KOTA CIREBON – Dinas Perhubungan Kota Cirebon terus melanjutkan program optimalisasi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di sejumlah persimpangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, mengurangi antrean kendaraan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Setelah sebelumnya dilakukan penyesuaian di Simpang Kejaksan, Simpang Diklatpri, dan Simpang Kanggraksan, kini optimalisasi dilaksanakan di Simpang Perumnas melalui penyesuaian fase dan waktu hijau pada jam sibuk.
Penyesuaian ini merupakan hasil evaluasi terhadap kondisi lalu lintas yang dilakukan melalui pemantauan lapangan, analisis volume kendaraan, serta data Area Traffic Control System (ATCS). Hasil evaluasi menunjukkan perlunya penyesuaian pembagian waktu sinyal agar kapasitas pelayanan simpang menjadi lebih optimal sesuai karakteristik arus kendaraan pada masing-masing pendekat.
Adapun pengaturan waktu hijau pada jam sibuk di Simpang Perumnas adalah sebagai berikut:
- Jl. Ahmad Yani arah Jakarta : 50 detik
- Jl. Ahmad Yani arah Jawa Tengah : 65 detik
- Jl. Ciremai Raya : 45 detik
- Jl. Rajawali : 35 detik
Pengaturan waktu hijau tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus kendaraan pada setiap pendekat simpang, mengurangi kepadatan lalu lintas, serta mempersingkat waktu tunggu kendaraan, khususnya pada periode jam sibuk.
Selain meningkatkan efisiensi pergerakan lalu lintas, penyesuaian fase APILL juga menjadi salah satu langkah untuk meminimalkan potensi konflik antararus kendaraan di kawasan persimpangan sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.
Dinas Perhubungan Kota Cirebon akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap efektivitas pengaturan fase APILL di Simpang Perumnas. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam penyempurnaan pengaturan waktu sinyal apabila diperlukan, sehingga sistem pengendalian lalu lintas dapat terus menyesuaikan dengan dinamika pergerakan kendaraan di lapangan.
Program optimalisasi fase APILL merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cirebon dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih modern, adaptif, dan berbasis data. Melalui penerapan manajemen lalu lintas yang berkelanjutan, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, efisien, dan berkeselamatan.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu dan isyarat lampu lalu lintas, mengikuti pengaturan fase yang telah ditetapkan, serta selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan demi terciptanya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) di Kota Cirebon.