CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka persiapan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 (1447 H). Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Perhubungan Kota Cirebon pada Kamis (05/03/2026) tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral guna memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan arus mudik dan arus balik di wilayah Kota Cirebon.

Gambar

Rapat koordinasi tersebut melibatkan 36 instansi terkait yang tergabung dalam Forum LLAJ Kota Cirebon, terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, instansi vertikal, operator transportasi, serta pengelola pusat perbelanjaan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mendukung kesiapan pelayanan transportasi selama periode angkutan Lebaran.


Ketua Forum LLAJ Kota Cirebon, Drs. Andi Armawan, M.Si., menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.


“Persiapan Angkutan Lebaran tahun ini difokuskan pada upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta memastikan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan,” ujarnya.


Berdasarkan paparan teknis yang disampaikan dalam rapat, terdapat tiga fokus utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kota Cirebon, yaitu kelancaran arus lalu lintas, keselamatan perjalanan, dan peningkatan kenyamanan fasilitas publik.

Gambar

Pada aspek kelancaran arus lalu lintas, pemerintah menargetkan tidak terjadinya kemacetan total (zero gridlock) pada jalur utama Pantura maupun akses keluar masuk jalan tol. Sementara itu, dari sisi keselamatan, upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas dilakukan melalui pelaksanaan ramp check kendaraan angkutan umum secara intensif di Terminal Harjamukti.


Selain itu, peningkatan kenyamanan pengguna jalan juga menjadi perhatian melalui optimalisasi fasilitas pendukung, termasuk penerangan jalan umum (PJU) pada sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan.


Dalam rapat tersebut juga dipetakan beberapa titik yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama periode mudik, di antaranya Simpang Pemuda dan Simpang Kanggraksan yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah. Selain itu, kawasan pusat perbelanjaan seperti CSB Mall, Grage Mall, serta area Pasar Kanoman dan Pasar Pagi diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat mulai H-7 Lebaran.

Gambar

Koordinasi juga dilakukan bersama PT KAI Daop III Cirebon terkait pengaturan alur penjemputan penumpang di kawasan stasiun guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di badan jalan.


Untuk mendukung kelancaran operasional di lapangan, Dinas Perhubungan Kota Cirebon bersama Satlantas Polres Cirebon Kota telah menyiapkan sejumlah skenario manajemen lalu lintas, di antaranya penerapan contraflow secara situasional serta penutupan beberapa titik putaran balik (U-turn) yang berpotensi menimbulkan hambatan samping.


Melalui koordinasi dan persiapan yang matang, diharapkan penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 di Kota Cirebon dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Kota Cirebon sendiri merupakan salah satu titik singgah penting di jalur Pantura yang setiap tahunnya dilalui oleh pemudik dari berbagai daerah.


Seluruh pos koordinasi dan pelayanan Angkutan Lebaran direncanakan akan mulai diaktifkan sesuai dengan jadwal operasional nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.